Minuman Berenergi dan Kafein

Minuman berenergi adalah air minum yang mempunyai khasiat menambah energi peminumnya. Sebagian besar masyarakat Indonesia meminumnya untuk melawan rasa kantuk ketika bekerja. Umumnya dikemas dalam bentuk botol kecil, namun ada juga yang mengemasnya dalam bentuk sachet berisi serbuk agar dapat memangkas biaya produksi. Serbuk tersebut kemudian dilarutkan dalam air atau air es sebelum diminum.
Hasil gambar untuk minuman berenergi
 
Cairan ini banyak diklaim mampu menambah energi, perlu diketahui bahwa sebenarnya energi tersebut diperoleh dari kandungan kafein dan gula yang tinggi. Kafein dapat menstimulasi tubuh untuk tetap terjaga dan aktif sedangkan gula dapat memberikan supply tenaga. Selain dijadikan konsumsi oleh para pekerja, ternyata remaja dan anak-anak juga menggemarinya. Hal ini yang menyebabkan bahaya karena kandungan kafein tinggi dapat meningkatkan frekuensi detak jantung, sehingga memunculkan resiko stroke, kejang bahkan kematian. Dakota Sailor (18) adalah pelajar setingkat SMA di Carl Junction yang menjadi salah satu korbannya. Ia mengalami kejang-kejang hebat selama 5 hari di rumah sakit pada tahun 2010 setelah meminum cairan berenergi ini.

Kandungan utama minuman berenergi adalah kafein dan taurin. Kandungan kafein bahkan 5 kali lebih banyak dari air minum bersoda. Padahal pada prakteknya banyak remaja yang setiap hari mengkonsumsi lebih dari 1 botol atau sachet. Karenanya sosialisasi bahaya yang dapat ditimbulkan dari konsumsi berlebihan perlu digalakkan. Bahaya kafein berlebih antara lain sebagai berikut:

  • Menstimulasi sistem saraf otak.
  • Meningkatkan resiko gangguan detak jantung atau aritmia.
  • Peningkatan tekanan darah.
  • Kram.
  • Gangguan kejiwaan pada pasien beriwayat penyakit jiwa.

Karena terjadinya beberapa kasus kematian setelah mengkonsumsi berlebihan cairan ini, beberapa negara maju bahkan melarang peredaran beberapa merk. Seperti di Perancis yang melarang merk terkenal akibat meninggalnya seorang atlet bola basket berusia 18 tahun setelah meminum 4 kaleng cairan energi ini. Negara lain pun melakukan pengawasan dengan cara melarang atau mengeluarkan anjuran batasan konsumsi terutama bagi anak-anak, remaja, wanita hamil dan menyusui.

Kafein sendiri sebetulnya membawa manfaat bagi tubuh jika diminum sesuai dosisnya. Bahkan kafein merupakan bahan obat sakit kepala, karena kafein dapat menghilangkan nyeri. Mengkonsumsi kafein dalam kopi secara reguler mengurangi resiko penyakit parkinson sebanyak 80%. Konsumsi 2 cangkir kopi sehari untuk mengurangi resiko penyakit kangker kolon sirosis hati dan pembentukan batu empedu. Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa kafein terbukti mengatasi nyeri, merangsang mood, mencegah lubang pada gigi dan mengurangi resiko terkena penyakit Alzheimer. Sedangkan efek samping kafein sebagai obat adalah dapat menyebabkan diuresis dan natriuresis. Menurunkan sensitivitas insulin sehingga meningkatkan resiko diabetes dan tekanan darah tinggi. Kafein yang memiliki waktu paruh dalam tubuh selama 6 jam dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. 
 
Sebaiknya penggunaan kafein dihindari pada pasien berpenyakit kelainan jantung. Minuman berenergi harus dibedakan pemanfaatannya dengan isotonik saat berolah raga. Isotonik mengganti ion tubuh yang mengalami dehidrasi akibat berolah raga, sedangkan cairan energi menyebabkan dehidrasi tubuh karena mengandung kafein yang bersifat deuretik atau menyebabkan meningkatnya frekuensi buang air kecil. Walaupun sama-sama mengandung kafein, namun pemanfaatannya bagi remaja juga harus dibedakan. Pelajar yang menghadapi masa-masa ujian banyak yang mengkonsumsi minum berenergi untuk mencegah kantuk. Hal ini sebaiknya dihindari karena kecenderungan mengkonsumsi setiap hari. Ada baiknya memilih mengkonsumsi kopi atau teh yang lebih aman dan dengan batas yang normal.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Thanks For Your Comment Here