Alasan Mengapa Produk Dari Xiaomi Salah Satunya Redmi Note 3 Memiliki harga Murah

Brand terkenal asal Negeri tirai bambu yang satu ini semakin mengepakkan sayapnya. Berdiri sejak tahun 2010. Popularitas Xiaomi terus beranjak naik dengan produk ternama yang laris keras dipasaran yaitu Redmi Note 3. Pada tahun 2015 dan 2016 Xiaomi mengeluarkan produk Redmi Note 3 yang ternyata mampu menggebrak pasar gadget dengan harga yang relatif murah namun dengan spesifikasi yang gahar.  Bagaimana mereka bisa membuat smartphone murah namun berkesan elegan seperti kalangan atas ?

Alasan Mengapa Produk Dari Xiaomi  Salah Satunya Redmi Note 3 Memiliki harga Murah


Tidak Memasang Iklan.
Jawaban yang paling tepat yaitu karena model bisnis dari perusahaan Xiaomi memiliki taktik cerdas yang mereka lakukan. Xiaomi mampu menjual ponsel dengan spesifikasi kelas atas namun dengan harga yang lebih murah dibanding smartphone lainnya.
Alasan yang paling utama, Xiaomi tidak melakukan promosi atau pengiklanan produk secara besar-besaran atau terang-terangan di berbagai media masa lainnya. Tentu saja Xiaomi juga pernah beriklan, namun tidak seperti Samsung yang rela mengeluarkan buget besar untuk sebuah iklan untuk mempromosikan produk terbarunya.
Perusahaan Xiaomi lebih mengandalkan iklan jaringan media sosial dan para fans untuk mempromosikan produknya. Melalui media sosial pula, Xiaomi diperkenalkan melalui mulut ke mulut, yang membuatnya hemat dalam promosi. Dari sektor penjualan  Xiaomi lebih unggul dibandingkan brand lain, seperti salah satunya seri Redmi Note 3 yang laris di pasar gadget, kamu bisa mendapatkan di secara offline atau Online, terlebih lagi saat ini produk Xiaomi banyak yang sedang sale di berbagai Online shop, tentu saja membuat kita tergoda untuk membawanya pulang, namun jika kamu ingin mendapatkan sale tersebut kamu harus cepat karena dalam 1-2 menit saja barang sudah habis.

Penjualan Yang Cepat Dan Terbatas.
Penjualan dengan harga yang murah ini mengharuskan Xiaomi membuat kebijakan dalam proses produksinya. Yakni menjual produk secara cepat dan juga terbatas. Namun banyak masyarakat terutama fans Xiaomi yang mengeluhkan kebijakan tersebut. Letak strategi bisnis yang mereka lakukan agar dapat menjual produk dengan murah namun tetapi model kembali atau bahkan untung besar dari penjualan produk yang terbatas.
Kebijakan ini membuat Xiaomi tidak mampu memenuhi seluruh permintaan konsumennya dan banyak konsumen yang selalu tidak mendapatkan produk yang mereka inginkan. Ini karena Xiaomi hanya menjual setiap seri smartphone secara terbatas dan penjualannya pun dilakukan dengan sangat cepat dimana saat seri tersebut di rilis penjualan sangat cepat dengan waktu beberapa jam saja di offline store pun produk tersebut langsung ludes. Dengan cara ini, Xiaomi tidak perlu mengeluarkan banyak dana yang keluar. Xiaomi juga terus berusaha menjual produk mereka ke berbagai Negara.

Kerjasama Strategis.
Xiaomi didirikan oleh pemain-pemain lama dalam dunia bisnis teknologi. Termasuk salah satunya Hugo Bara yang kini menjabat sebagai Vice President Xiaomi.  Xiaomi bisa mendapat pasokan komponen dengan harga lebih miring dengan kerja samanya dengan berbagai perusahaan seperti salah satunya Qualcomm.
Perlu Kita ketahui Qualcomm merupakan perusahaan yang selalu menghadirkan prosesor super kuat. Banyak lini smartphone Xiaomi menggunakan prosesor Qualcomm sebagai otak untuk dapur pacunya.
Berkat kerjasama dengan Qualcomm pula, Xiaomi mendapatkan prosesor dengan harga yang relatif lebih murah. Tentunya bukan hanya dekat dengan Qualcomm saja melainkan, Xiaomi juga sangat dekat dengan produsen layar dan komponen lainnya.

Namun untuk otak dari Redmi Note 3 masih menggunakan Chipset Mediatek, meski begitu untuk spesifikasi memang tetap gahar dan juga dari segi penjualan seri ini menjadi terlaris dengan dibanderol di bawah 2 juta, menjadikannya ponsel yang di favoritkan pencinta gadget.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Thanks For Your Comment Here