Jenis Koleksi Batik Keris Berdasarkan Pembuatannya

Batik Keris merupakan merk batik yang berasal dari Solo. Didirikan oleh Alm Kasom Tjokrosaputro bersama dengan istrinya yaitu ibu Gaitini. Bapak Kasom Tjokrosaputro mendapatkan pengetahuan mengenai batik dari orang tuanya. Pertama kali membuka toko batik dinamakan Keris yang berada di Jl. Nonongan No. 62, Solo dan kemudian berkembang dan mampu untuk membangun pabrik. Saat ini pabrik dan kantor di Cemani, Grogol, Sukoharjo. Dari pabrik tersebut, lahirlah koleksi Batik Keris yang hingga saat ini banyak diminati tidak hanya untuk warga Solo namun juga internasional.


Umumnya, terdapat 2 metode yaitu manual dan mesin. Untuk proses manual, terdapat 2 cara yaitu dengan cap dan tulis. Pertama yaitu Batik Keris cap yang cara pembuatannya dengan menggunakan teknik cap. Cap yang terbuat dari lempengan besi memiliki motif tertentu dan kemudian dicelupkan ke malam yang telah dicairkan dan dicapkan ke permukaan kain yang polos. Karena proses pembuatannya yang mudah, pengerjaannya juga lebih cepat dan harganya cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan batik tulis.

Ciri dari batik Keris cap yang banyak ditemukan di pasaran dan biasanya digunakan sebagai bahan untuk batik sekolah yaitu:

  • Tidak memiliki banyak detail.
  • Motif cenderung berulang-ulang dan motifnya monoton atau motif lebih mudah untuk dibuat.
  • Kain yang digunakan cenderung tipis.
  • Warna dari kain yang dipergunakan lebih redup.
Kedua adalah batik Keris tulis. Koleksi batik Keris dengan metode tulis manual lebih mahal jika dibandingkan dengan menggunakan metode cap ataupun printing. Batik tulis menggunakan cara ditulis langsung oleh para pengrajin batik yang menggunakan lilin dan canting untuk membuat motif batik. Proses pengerjaan yang lebih lama yang dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan membuat batik ini memiliki harga yang sangat mahal. Ciri dari Batik Keris tulis yaitu mempunyai motif yang lebih rumit dengan detail yang kompleks dan motif lebih beraneka macam. Memiliki warna yang lebih beragam. Warna yang digunakan untuk pewarnaan batik tulis ini menggunakan bahan alami, diantaranya yaitu:

  • Kayu tinggi untuk warna hitam.
  • Kulit kayu teger untuk warna kuning.
Ketiga adalah batik keris print. Batik ini dibuat dengan menggunakan mesin sehingga pembuatannya lebih cepat dibandingkan yang cara manual. Proses pembuatannya seperti penyablonan sehingga cocok untuk produksi dalam skala besar. Batik Keris yang terbuat melalui cara printing, memiliki motif yang bervariasi jika dibandingkan dengan batik cap. Harga dari batik tersebut beragam, misalnya tergantung dari motif yang tercetak.

Untuk menjaga agar koleksi Batik Keris yang Anda miliki tetap dapat terjaga dengan baik, terutama untuk koleksi batik tulis, terdapat beberapa tips perawatan kain batik yaitu:

  • Hindari menggunakan deterjen untuk mencuci baju atau kain batik. Atau Anda juga dapat menggunakan deterjen atau sabun cuci khusus untuk batik atau dengan menggunakan shampo rambut.

  • Batik sebaiknya jangan direndam dengan deterjen.

  • Anda dapat menggunakan buah lerak untuk menjaga warna batik dan melindungi batik dari hewan perusak kain misalnya dari rayap.

  • Hindari menggunakan batik ketika mencuci.

  • Jangan di jemur di bawah sinar matahari. Cukup diangin-anginkan saja.

  • Ketika menjemur, pastikan bagian luar berada di dalam dan bagian dalam baju atau pakaian atau kain berada di luar.

  • Ketika menjemur, tarik tepi batik agar serat tidak terlipat.

  • Jangan menyemprotkan langsung pewangi pada pakaian batik.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Thanks For Your Comment Here